KPU Majene Dorong Pemilih Pemula Jadi Pemilih Cerdas dan Berintegritas di UPTD SMAN 3 Majene
KPU Kabupaten Majene - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majene terus berupaya meningkatkan literasi kepemiluan generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Segmen Pemilih Pemula di UPTD SMAN 3 Majene, Kamis (6/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan pemilih berkelanjutan yang dirancang untuk membangun kesadaran politik dan partisipasi aktif di kalangan pelajar.
Kegiatan yang berlangsung di Aula UPTD SMAN 3 Majene ini dihadiri oleh jajaran KPU Kabupaten Majene, dewan guru, serta ratusan siswa kelas XI dan XII. Turut hadir sebagai narasumber Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Salma Mayasari, serta Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Ahmad, yang didampingi jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Majene.
Agenda diawali dengan sambutan dari Plh. Ketua KPU Kabupaten Majene sekaligus Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Andi Hamka, yang menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas kerja sama dan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan pendidikan pemilih. “Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Kami berharap para siswa tidak hanya memahami proses Pemilu, tetapi juga menyadari pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala UPTD SMAN 3 Majene, Nurdin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran KPU Majene di lingkungan sekolah. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana edukasi politik yang sehat bagi peserta didik. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena memberikan wawasan baru bagi siswa kami agar lebih siap berpartisipasi dalam Pemilu mendatang,” ujarnya.
"Dalam pelaksanaannya, kegiatan disusun dengan pendekatan edukatif-partisipatif, menggabungkan metode ceramah interaktif, presentasi visual, pemutaran video edukatif, serta dialog terbuka bertema kepemiluan. Para siswa diajak untuk memahami peran penting pemilih muda dalam menjaga demokrasi serta menolak apatisme politik," jelas Salma Mayasari.
Pada sesi diskusi interaktif, peserta didorong untuk menanggapi dan mengajukan pertanyaan seputar tema “Tanggung Jawab Pemilih Pemula” dan “Tantangan Partisipasi Politik di Kalangan Remaja.” “Melalui diskusi ini, kami ingin menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan keberanian siswa untuk berpendapat secara argumentatif,” ujar Ahmad.
Untuk menjaga antusiasme peserta, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan permainan edukatif bertema kepemiluan. Di akhir kegiatan, KPU Majene memberikan reward kepada tiga siswa peraih skor tertinggi hasil pre-test dan post-test, serta enam siswa paling aktif selama kegiatan berlangsung.
“Data ini menunjukkan bahwa metode sosialisasi yang interaktif dan partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan literasi politik siswa. Artinya, kegiatan ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk kesadaran dan karakter pemilih muda yang kritis serta bertanggung jawab,” jelas Salma Mayasari.
Sebagai tindak lanjut, KPU Kabupaten Majene juga melakukan pendataan pemilih pemula di akhir kegiatan. Langkah ini menjadi bagian dari Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk memetakan calon pemilih baru di lingkungan sekolah. “Pendataan ini penting untuk memastikan pemilih pemula teridentifikasi lebih dini, sehingga data pemilih di Kabupaten Majene semakin valid dan akurat,” tambah Andi Hamka.
Dengan semangat edukatif dan partisipatif, KPU Kabupaten Majene berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan partisipasi pemilih, khususnya di kalangan pemilih muda yang akan menjadi segmen terbesar pada Pemilu dan Pilkada mendatang.
“Kami ingin membentuk generasi muda yang bukan hanya tahu tentang Pemilu, tetapi juga sadar akan perannya sebagai penentu arah masa depan demokrasi,” tutup Andi Hamka.
Sebagai bagian dari pendekatan berbasis hasil, KPU Majene melaksanakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 30 siswa mengalami peningkatan skor. Nilai signifikansi sebesar 0,04 (<0,05) menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test, yang menandakan peningkatan pengetahuan kepemiluan peserta secara nyata.
(Muh. Riyadh Ma’arif / ed. Ardi)